Proses dinilai lamban, guru & siswa SMKN 3 Sidimpuan menangis di kantor dewan


0

Medan – Kasus dugaan intimidasi siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Padangsidimpuan hingga menyebabkan korban bunuh diri terkesan lamban diproses.  Akibatnya, puluhan pengajar dan siswa yang turut menjadi korban intimidasi mengadu ke DPRD Sumut. Tangis haru pun pecah dalam agenda rapat di DPRD Sumut, Selasa (16/5).

Pengaduan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung di ruang Komisi E DPRD Sumut.

Perwakilan guru dan sejumlah siswa yang juga menjadi korban intimidasi meminta agar para anggota legislatif bisa membantu mengawasi jalanan proses hukum yang sedang berlangsung di Polres Padangsidimpuan.

“Kami harap DPRD Sumut membantu penyelesaian masalah di SMK Negeri 3,” kata Arsul Sani, perwakilan guru yang hadir.

Diberitakan sebelumnya, siswi kelas 12 SMKN 3 Padangsidimpuan, Amelia Nasution, bunuh diri karena diduga tidak tahan diintimidasi oleh guru di sekolahnya.

Intimidasi itu dilakukan guru berinisial AS dengan cara verbal kepada Amelia dan kedua temannya. Bahkan dalam RDP tersebut terungkap pelaku intimidasi mengancam akan memasukkan korban ke penjara dengan mudah karena suaminya polisi.

Saat menceritakan kronologis kejadian, para guru dan siswa yang hadir tak kuasa menahan tangis sehingga suasana rapat menjadi haru.

Mereka meminta pimpinan rapat, yakni Sekretaris Komisi E DPRD Sumut Ahmadan Harahap, agar Dinas Pendidikan Sumut mau menindak guru yang diduga menyebabkan Amelia meninggal dunia.

Para guru mengaku heran dengan sikap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Sumut yang tidak tegas menyikapi beragam masalah di sekolah.

Mulai dari adanya dugaan pungli, intimidasi, hingga ketidakharmonisan yang sampai saat ini masih terjadi, baik antarsesama guru dengan guru, bahkan guru dengan kepala sekolah.

“Kami sengaja mengadu, tujuannya agar sekolah bisa kembali kondusif dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan nyaman dan lancar. Kami berharap RDP dapat menghasilkan kebijakan yang bertujuan kepada arah yang lebih baik, khususnya bagi siswa dan seluruh guru,” ujar Arsul Sani.

Saat dimintai keterangan, Ketua Penyelenggara Ujian Nasional (UN) Provinsi Sumut Yuniar yang hadir sebagai perwakilan Dinas Pendidikan mengatakan pihaknya masih membahas laporan tersebut.

Hasil RDP akan dilaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar dilakukan tindakan selanjutnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Sumut Ahmadan Harahap menegaskan, meminta aparat terkait mengusut tuntas kejadian memalukan soal pembocoran kunci jawaban dalam pelaksanaan USBN di SMKN 3 Padangsidimpuan.

“Persoalan ini harus diusut sampai tuntas. Apakah benar terjadi atau tidak sama sekali. Karena ini menyangkut nama baik pendidikan kita. Dinas Pendidikan Sumut kami minta proaktif,” katanya. [koran-sindo.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut