Proyek Banyak Masalah, Copot Kadis PU Tapsel!


0

TAPSEL– Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat Menggugat (AM3) Tapanuli Selatan (Tapsel) melakukan aksi unjuk rasa di pelataran Kantor DPRD Tapsel Jalan Sudirman, Rabu (13/11). Mereka menyuarakan proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Tapsel terutama Dinas PUD yang banyak bermasalah atau tidak sesuai bestek. Untuk itu mereka meminta Kadis PU Tapsel Mulia Nasution dicopot dari jabatannnya.

Dalam aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB, massa sempat membakar ban bekas di depan kantor Bupati Tapsel sebagai bentuk kekecewaan pembangunan proyek di tahun 2013 yang banyak bermasalah.

Koordinator aksi M Syukur Nasution didampingi M Ridwan Siregar dan Mahran Ali Rambe menyebutkan, proyek fisik dilaksanakan melalui Dinas PUD Tapsel tahun Anggaran 2012-2013 diduga banyak yang sudah mengalami kerusakan, tentunya hal itu disebabkan proyek di Tapsel tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Hal ini juga diduga akibat minimnya pengawasan yang dilakukan Inspektorat Tapsel dan PPK terkait terhadap pengelolaan dan pengerjaan proyek pembangunan fisik di Tapsel. Kita sudah melakukan investigasi pada proyek-proyek di Tapsel. Dan, kami mendapatkan banyak proyek yang hancur karena tidak sesuai bestek,” teriak Syukur.

Mahran menambahkan, kuat dugaan di akhir-akhir tahun anggaran 2013 Dinas PUD Tapsel dengan pihak ketiga buat ulah atau semacam kongkalikong pada pengerjaan setiap proyek di Tapsel. Sehingga keadaan pembangunan yang diiming-imingkan Bupati membangun Tapsel hanya isapan jempol.

“Untuk itu kedatangan kami ke Kantor DPRD ini guna menagih janji para wakil rakyat melihat permasalahan pembangunan yang tidak dapat dinikmati rakyat Tapsel,” sebut Mahran dalam orasinya. DPRD, sambung Ridwan Siregar, terindikasi ikut-ikutan bermain proyek. Padahal sesuai tupoksinya harusnya anggota DPRD sebagi wakil rakyat yang pro rakyat, dan bukan ikut-ikutan menghancurkan rakyat.

“Dari 45 anggota DPRD Tapsel kami juga menduga ada yang ikut bermain proyek, berarti DPRD juga ikut menghancurkan rakyat. Untuk itu kami meminta kepada DPRD agar memanggil bupati untuk segera membubarkan Inspektorat Tapsel karena dinilai tidak bekerja,” pintanya.

Selain itu, massa juga mendesak Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu agar mencopot Kadis PUD Mulia Nasution dan Kabid Bina Marga serta Kabid Jalan dan Jembatan yang diduga lebih mengutamakan proyek ‘kantong’ dari pada kualitas fisik hingga kebanyakan pembangunan di Tapsel berujung amburadul.

“Kami meminta Kepala Inspektorat dan Kadis PU Tapsel dicopot dari jabatannya karena tidak bekerja. Tidak melakukan pengawasan terkait proyek di lapangan,” teriak Ridwan, orator lain.

Wakil Ketua DPRD Tapsel Asbin Sitompul didampingi tiga anggota lainnya M Iketaken Hasibuan, Darwis Sitompul, dan Mahmud Lubis yang menerima aspirasi massa AM3 mengatakan akan segera memanggil Dinas PUD guna menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan proyek yang diindikasikan banyak bermasalah.

“Sesuai dengan aspirasi yang disampaikan saudara-saudara hari ini (kemarin) kami akan memanggil Dinas PUD Tapsel untuk menggelar rapat dengar pendapat guna meminta keterangan atas dugaan ini,” sebutnya.

Ketua Komisi III Mahmud Lubis SAg  dalam kesempatan itu juga menyebutkan dan membenarkan proyek pembangunan di Tapsel memang bermasalah. Dan, jika perlu Mahmud juga sepakat agar persoalan proyek gagal mulai tahun 2012-2013 dilaporkan ke penegak hukum. Begitupun anggota DPRD yang ikut berproyek agar masyarakat melaporkannya ke Kejaksaan untuk diusut tuntas.

“Apa yang saudara-saudara sampaikan memang betul adanya bahkan proyek tahun 2012 banyak yang bermasalah. Jika ini terbukti alangkah lebih baiknya dilaporkan saja ke Kejaksaan hingga gol supaya ada semacam efek jera,” sebut Mahmud. Sementara itu usai berorasi di Kantor DPRD Tapsel massa yang mengendarai becak bergerak menuju Kantor Bupati Tapsel. Dalam kesempatan itu, massa juga membakar ban tepat di gerbang masuk kantor bupati.

Namun, selang satu jam, aspirasi massa tidak kunjung diterima Bupati Tapsel dengan dalih sedang keluar. Selanjutnya massa membubarkan diri dan berjanji akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak kunjung direspon. (tan)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut