PTPN4 Minta Bantuan DPRD Madina


0

Panyabungan – Manajemen Perseoran Terbatas Perkebunan Negara 4 (PTPN4) mengungkapkan pengembangan perkebunan plasma di Mandailing Natal (Madina) terkendala ketersediaan lahan. Bahkan, perusahaan plat merah tersebut mengaku kesulitan menguasai lahan yang sudah diganti rugi di daerah tersebut. “Kendala yang dihadapi adalah izin lokasi. Karena tidak ada lagi lahan, yang ada hanya lahan masyarakat seluas 184 hektare yang sudah diganti rugi di KUD SA, namun belum bisa dikuasai karena masih ada kendala.

Untuk itu, kami mohon bantuan dari anggota dewan untuk memediasi kami, agar lahan ini dapat dikuasai oleh PTPN4,” kata Marthias, mewakili PTPN4, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Madina, Jumat (25/4).

Akibat kendala tersebut, lanjut Marthias, ada beberapa kebun plasma yang belum bisa direalisasikan.

Di antaranya, target plasma yang akan dikerjakan oleh PTPN4 seluas 400 hektare lagi untuk KUD MB di Pasar Baru Batahan seluas 1.500 hektare. Sedangkan untuk KUD SA ditargetkan ada penambahan 743 hektare lagi. Sehingga total luas target kebun plasma yang akan dibangun adalah 2.643 hektare.

“Untuk CSR Batahan III tahun 2013, telah dibangun jalan 2 kilometer, pembangunan ponton di Kampung Sawah, pembukaan jalan Kampung Sawah (2 km) dan enam titik jembatan di Batahan,” paparnya, dalam rapat yang dipimpin pimpinan Komisi II DPRD Madina H Syamsul Anwar Lubis SE.

Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Madina Nirwan Rangkuty, dalam RDP tersebut, mengaku tidak bisa memberi penjelasan terkait adanya sejumlah kegagalan pengadaan plasma.

“Kami tidak bisa memberi penjelasan, karena permasalahan ini sekitar tahun 2007, dan saat itu kami belum bertugas di bidang ini,” ujar Nirwan, seraya menyebutkan akan melaporkan sejumlah permasalahan yang muncul dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Kasie Perizinan Dishutbun Madina Salman Idris Nasution, mengatakan, izin lokasi seyogianya ada yang bisa diperpanjang, namun karena izin sudah lama mati yaitu tahun 2010, sehingga sulit untuk diperpanjang.

“Sebetulnya izin lokasi bisa diperpanjang asalkan surat permohonannya sudah masuk, namun suratnya terlebih dahulu kami periksa,” kata Idris.

Dalam RDP tersebut, Komisi II DPRD Madina mengambil kesimpulan untuk perpanjangan izin lokasi. Sehingga pencapaian target plasma untuk tiga KUD seluas 2.643 bisa terealisir. Komisi II DPRD Madina juga meminta agar PTPN4 melengkapi dokumen lama agar bisa ditindaklanjuti.(zamharir rangkuti) (Medanbisnisdaily.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut