Razia pasangan mesum di Sidimpuan, seorang wanita ngumpat di lemari


0

Padangsidimpuan – “Servis!!!” isyarat petugas dari balik pintu setiap kamar hotel yang diketahui berpengunjung.

Dan, dalam Operasi yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padangsidimpuan, Sabtu (20/5) dini hari itu, ditemukan ada enam pasangan di luar nikah dari dalam kamar sejumlah hotel.

Menariknya, pada saat penggerebekan yang dilakukan petugas gabungan di salahsatu penginapan di Jalan Ahmad Dahlan Kota Padangsidimpuan. Didapati seorang pemuda sendiri di kamar bernomor 309 di lantai ketiga.

Ketika dihampiri, pemuda berinisial A yang berasal dari salahsatu desa di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal itu menghindar.

Dari ruangan gelap dan sempit tempat pemuda tadi, juga didapati beberapa obat yang digunakan untuk berhubungan badan.

“Saya baru datang ke sini, pak. Teman saya barusan di sini. Orang itu lagi ke luar,” sergah A yang kemudian mencari tanda pengenal miliknya.

Namun, beberapa menit kemudian tatkala lampu kamar dihidupkan, diketahui ada seseorang yang megap-megap (sesak nafas, red) dari dalam lemari kamar.

Ketika dibuka, ternyata seorang gadis berusia 19 tahun yang berasal dari daerah yang sama.

Pasangan luar nikah ini pun tak lagi dapat berkutik dan pasrah harus digiring ke Markas Satpol PP bersama dengan lima pasangan yang juga terjaring dalam razia pekat yang dilakukan dalam menjaga kesucian Bulan Puasa yang tak lama lagi dijelang ini.

Sang pemuda, A mengaku sudah dua kali berhubungan layaknya suami istri dengan kekasihnya itu. Sedangkan gadis yang sudah dipacarinya semenjak usia SMP itu, FA (19) mengaku selama ini tinggal di Kota Pematangsiantar dan berkuliah di salahsatu perguruan tinggi swasta di kota tersebut.

Pasangan jarak jauh (LDR) ini kemudian bertemu di Kota Padangsidimpuan yang pada akhirnya masuk hotel dan melakukan hubungan badan.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Psp, Ahmad Toib Simanjuntak mengungkapkan, dalam penanangan pasangan di luar nikah ini, pihaknya masih memberikan peringatan dengan penjaminan salahsatu anggota keluarga masing-masing objek razia.

“Kalau didapati kemudian hari dalam kasus yang sama, maka akan dituntut dengan denda dan bisa pada tipiring (tindak pidana ringan),” katanya. [metrotabagsel.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut