Setelah Tiga Tahun, Tunisia Cabut Keadaan Darurat


0

Tunisia – Presiden Tunisia, Kamis (6/3), mencabut keadaan darurat yang telah diberlakukan sejak meletusnya revolusi rakyat tiga tahun lalu, sementara panglima militer mengatakan, pasukan yang ditempatkan di beberapa daerah paling rawan di negara itu akan dikembalikan ke barak.

Berdasarkan dekrit Presiden Moncef Marzouki, keadaan darurat yang diberlakukan tahun 2011 segera dicabut di seluruh negara.

Keadaan darurat diberlakukan oleh presiden kawakan Zine Al Abidine Ben Ali dan tetap diberlakukan sampai dia terguling.

Pada awalnya, keadaan darurat meliputi jam malam dan larangan mengadakan pertemuan lebih tiga orang, tapi dikendurkan terkait waktu.

Namun begitu keadaan darurat tetap memberi kekuasaan khusus pada militer dan polisi untuk turun tangan dalam kasus kerusuhan atau ancaman keamanan.

Tunisia telah memerangi gerilyawan terkait Al Qaeda sejak revolusi itu, tapi para pejabat mengatakan, situasi keamanan telah membaik.

Kolonel Mayor Mokhtar Ben Nasr mengatakan kepada kantor berita Associated Press (AP) bahwa pasukan yang ditempatkan dalam jajaran di seluruh Tunisia akan kembali ke barak.

Setelah berakhirnya kediktatoran yang menyulut revolusi Arab Spring di seluruh kawasan Arab, rakyat Tunisia mengantarkan partai Islam moderat berkuasa bersekutu dengan dua partai sekuler lainnya.

Tapi koalisi berjuang dalam menghadapi kerusuhan sosial yang berlanjut, angka pengangguran tinggi, kebangkitan gerakan Islam radikal terkait dengan al-Qaeda dan pembunuhan dua politisi sayap kiri. (AP/es) (Analisa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut