Sidimpuan, Listrik Sering Padam Waspadai Kebakaran


0

SIDIMPUAN – Belakangan, pemadaman listrik di Padangsidimpuan dan sekitarnya kian sering terjadi. Tak tanggung-tanggung, sekali padam, bisa memakan waktu 3 sampai 4 jam sehari.

Hal ini kerap dikeluhkan masyarakat sebagai pelanggan. Dan biasanya untuk mengatasi suasana yang gelap, warga mencari alternatif dengan menyalakan lilin ataupun genset. Nah, saat menggunakan lilin atau lampu penerangan darurat lainnya, masyarakat harus berhati-hati terhadap bencana kebakaran.

Kabid Kebakaran Yakub Harahap SSos melalui Kasi-nya Syarifuddin SSos, Jumat (28/2) mengimbau masyarakat luas untuk segera menghubungi pihaknya jika melihat peristiwa kebakaran.

Ia juga mengatakan, pemadaman aliran listrik rawan menyebabkan kebakaran. Untuk itu masyarakat diharapkan bisa mengantisipasi hal tersebut.

“Memang kalau sudah listrik padam, rawan sekali terjadi kebakaran. Seperti yang terjadi belakangan ini, akibat listrik padam, warga menggunakan lilin dan akhirnya menyambar bensin dan menghanguskan rumahnya.

Jadi mohon untuk lebih teliti dan waspada,” ujar Syarifuddin
Tegasnya lagi, adapun langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran, jangan sesekali meletakkan lilin atau alat penerang lainnya yang menggunakan api dekat dengan bahan yang mudah terbakar. Hindari peralatan dan bahan yang mudah terbakar dari jangkauan anak-anak.

“Dan jika kebakaran sudah terjadi, hubungi segera kantor petugas pemadam kebakaran. Berikan info yang jelas, siramkan air, pasir atau karung goni yang sudah dibasahi sebagai langkah awalnya,”tegas Syarifuddin.

Ketua  Komisi  III DPRD Psp H Khoiruddin Nasution SE kepada METRO mengungkapkan, persoalan pemadaman listrik yang tejadi saat ini, khususnya di wilayah Psp dan sekitarnya, kiranya dapat menjadi perhatian bagi pihak yang berkompeten. Dia mengungkapkan, akibat tejadinya pemadaman listrik, banyak sektor yang merasa dirugikan, seperti para pedagang kecil, warnet, lopo, rumah makan dan lainnya. Begitu juga dengan rumah tangga yang setiap harinya sangat membutuhkan penerangan.

“Imbasnya yang paling terasa kepada para pedagang kecil yang berjualan ala kadarnya. Karena mereka tidak mampu membeli genset dan terpaksa menunggu sampai listrik menyala. Kan jadi berkurang pendapatannya, kasihan juga,” tukas pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Psp ini.

Bahkan, lanjut Khoir, akibat sering terjadinya pemadaman tersebut, berbagai aktifitas menjadi terkendala, ditambah lagi listrik yang ‘byar pet’ ini, membuat alat-alat elektronik rumah tangga rusak.

“Peralatan rumah tangga yang elektronik juga banyak yang rusak karena ketidaknormalan listrik. Yang lebih tidak fair-nya, kalau tagihan telat, PLN dengan cepat mendenda bahkan sampai melakukan pemutusan,” terangnya.

Untuk itu ia menghimbau agar seluruh masyarakat berhati-hati dan waspada dalam memakai lilin, genset atau alat penerang lainnya pada saat listrik padam.

“Kita minta masyarakat agar berhati-hati dan waspada dalam memakai lilin, lampu teplok bahkan mesin genset sekalipun saat listrik padam. Demi keamanan, rumah harus tetap diperhatikan. Sebab biasanya banyak yang menggunakan situasi tersebut untuk hal-hal yang tidak diinginkan (pencurian, red),” sambungnya.

Sementara Kepala Operasi dan Teknisi PLN Psp, Riston menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih berupaya untuk mengatasi hal tersebut. Dan dari informasi yang ia terima, dalam waktu dekat semuanya dapat diselesaikan perlahan-lahan.

“Mesin pembangkit yang mengaliri listrik se sumut, sampai saat ini masih dalam proses pemeliharaan. Muah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah dapat berfungsi dengan baik kembali,” ujarnya.

Riston juga mengakui adanya kasus kebakaran yang terjadi saat pemadaman berlangsung.
“Saya mengimbau agar warga menghindari penggunaan peralatan listrik yang melebihi beban kapasitas meter listrik. Kedua, pemasangan instalasi listrik di rumah jangan terlalu banyak sambungan isolasi. Karena bila terkena panas, listrik mudah memuai dan mengelupas dan dapat menyebabkan korsleting. Selanjutnya, gunakan listrik seperlunya,” tutupnya. (yza) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut