Sinyal ‘Berdarah’ di Tubuh Anda yang Patut Diwaspadai


0

Terkadang tubuh Anda akan memberi sinyal ketika ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatan Anda. Pada banyak kasus, sinyal tersebut biasanya identik dengan warna merah (baca: darah). Jika Anda terluka dan mengeluarkan darah, Anda mungkin bisa segera memplester dan melupakannya.

Tetapi jika tanda merah itu bukan luka yang mengeluarkan darah, Anda patut waspada. Bisa jadi ada penyakit tertentu yang sedang mengintai Anda.

Rasanya penting juga mengetahui beberapa alasan mengapa darah bisa keluar dari tubuh. Keluarnya darah memang bukan pertanda kiamat, tapi tentu saja ada alasan tertentu di balik itu semua. Darah adalah sistem peringatan awal-seperti bendera merah-dari tubuh Anda.

Pengetahuan mengenai mengapa ada bercak darah di kemeja, di porselen kamar mandi, atau beberapa tempat tidak pantas lainnya mungkin akan memperpanjang usia Anda.

Mata Berdarah

Menurut Annette Terebuh MD dokter mata asal Ohio mengatakan bahwa mata merah terjadi karena dua hal, pelebaran pembuluh darah atau memang terjadi perdarahan pada mata.

Pelebaran pembuluh darah bisa terjadi karena infeksi, alergi, iritasi, trauma kimia, dan trauma lainnya. Sedangkan perdarahan biasanya terjadi akibat peradangan dan trauma.

Umumnya, yang terjadi pada kita adalah inveksi bakteri dan virus atau bentuk perlawanan tubuh pada gangguan seperti polusi, debu, asap, dan pink eye-pelebaran pembuluh darah pada selaput mata atau bagian depan bola mata.

Jika Anda merasa mata merah itu terjadi karena iritasi ringan, letakkan kompres dingin. Tapi jika tidak kunjung membaik, segera kunjungi dokter untuk mengetahui seberapa bahayakah kondisi tersebut bagi kesehatan mata Anda.

Ingat, jangan mengucek mata karena cara ini dapat mempercepat penyebaran kuman ke seluruh mata Anda.

Muntah Berdarah

“Muntah darah cukup sulit didiagnosa. Kejadian sebelumnya sangat penting untuk mendapatkan diagnosa yang akurat. Tapi perdarahan usus selalu merupakan hal yang besar,” terang Dr David Rothenberger di University of Minnesota.

“Jika Anda muntah darah, ini merupakan sinyal bahwa Anda mengalami gastritis atau radang lambung parah, radang pada usus dua belas jari, atau radang lainnya di dalam perut Anda,” tambah David.

Kencing Berdarah

Kencing berdarah biasa disebut dengan hematuria. Air kencing yang biasanya berwarna kekuningan, tiba-tiba berubah menjadi merah. “Sebenarnya ketika Anda mengalami hematuria yang disertai rasa sakit, Anda bisa sedikit ‘lebih tenang’ karena bisa jadi permasalahannya cukup sederhana.

Mungkin ada sesuatu yang keras-misalnya batu ginjal-yang menggesek permukaan halus jaringan ginjal,” ungkap Dr Ranjiv Sivanandan di Standford University.

Hematuria yang disertai rasa sakit juga bisa berati adanya infeksi pada saluran kencing, termasuk infeksi prostat. Justru Anda harus curiga jika hematuria itu tidak disertai rasa sakit.

“Ada kemungkinan itu tumor, terutama jika Anda berusia di atas 50 tahun. Hematuria tanpa rasa sakit juga bisa menjadi indikasi adanya infeksi tuberkolosis di saluran kencing,” tambah Ranjiv.

Ejakulasi Berdarah

Boleh jadi hal ini tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, tapi kenyataannya darah dalam sperma atau hematospermia cukup sering dialami kaum pria.

“Jika terjadi pada pria muda, usia di bawah 40 tahun, umumnya akibat infeksi prostat,” terang Urologis, Dr Nadin Koleilat di Sanford Clinic Urology.

Rasa sakit tersebut muncul karena sebagian besar cairan sperma berasal dari prostat. Jadi, ketika prostat terinfeksi, sangat wajar ketika sperma dikeluarkan akan disertai rasa sakit.

Faktor lain yang bisa mengakibatkan hematospermia adalah kebiasaan bersepeda gunung atau moto cross. Tapi jika Anda berusia di atas 50 tahun sebaiknya mulai waspada karena bisa jadi ini adalah gejala awal munculnya tumor di saluran kencing termasuk di ginjal dan prostat.


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut