Tak Diberi Uang Beli Bensin, Anak Bacok Ibunya Hingga Tewas


1
31 shares, 1 point
Tak Diberi Uang Beli Bensin, Anak Bacok Ibunya Hingga Tewas
Kapolres Tapsel AKBP Irwan Zaini Adib didampingi Kasat Reskrim AKP Alexander Piliang (duduk kiri) memberikan keterangan terkait anak membunuh ibu kandungnya.

Palas – MRP (18) tega membunuh ibu kandungnya hanya karena tidak diberi uang membeli bensin (premium) untuk dihirup hingga mabuk.

Akibat perbuatan kejinya itu, warga Desa Tano Bato, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) ini pun berurusan dengan hukum.

Tindakan keji tersebut terjadi, Sabtu (29/12) lalu. Saat itu korban bernama Hotnida hasibuan (40) tengah menjemur pakaian dan tersangka MRP datang menghampiri ibunya untuk meminta uang.

Namun ibunya tidak memberi, karena Ia tahu tersangka akan membeli bensin dan menghirupnya untuk mabuk.

“Korban sudah berulang kali melarang tersangka ini agar tidak mengirup bensin, namun selalu diancam akan dibunuh,” ujar Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKP Alexander Piliang, Kamis (31/1).

Kesal tidak diberi uang, tersangka kemudian pergi ke dapur rumahnya dan mengambil sebilah parang. Sesaat kembali ia kembali mendatangi korban dan tanpa basa-basi langsung membacok kepala dan leher ibunya dari belakang.

Korban yang saat itu kesakitan dengan darah bercucuran langsung jongkok. Bukannya iba, tersangka kembali membacok leher korban yang juga mengenai jari korban hingga putus sambil berkata “Mate maho copat, naho saja doma na manyiksa au (matilah kau cepat, karena dirimu saja yang menyiksa aku).”

Alex mengatakan, setelah membacok ibunya dan memastikannya tewas, tersangka kemudian menyeret jenazah korban dan membuangnya ke selokan pinggir sungai di dekat rumahnya. Setelah itu, tersangka langsung melarikan diri.

Petugas yang mendapat informasi tentang adanya anak bacok ibu kandung hingga tewas ini langsung memeriksa TKP dan melakukan pengejaran. Petugas berhasil menemukan tersangka yang bersembunyi di kawasan Barumun di Persungaian.

“Ketika hendak diamankan, tersangka ini coba melawan dan melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur (ditembak) yang mengenai bokongnya. Saat ini, tersangka dalam pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti yang kita sita di antaranya sebilah parang yang digunakan tersangka menghabisi ibu kandungnya sendiri,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Sergai tersebut.

Dijelaskan, Polres Tapsel sudah mengamankan barang bukti (BB) berupa sebilah parang, sepotong celana boxer warna biru dan sepotong kain sarung. MRP terancam pidana seumur hidup dan dikenakan pasal 340 KUHPidana subsidair pasal 338 KUHP yakni pembunuhan berencana atau Pembunuhan atau kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan matinya seseorang sebagaimana dalam pasal 44 Ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004. (kkn/fci/ini/int) (MetroTabagsel)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
1
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
1
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut