Tambang Martabe Batangtoru Tapsel Sudah Jual 5 Ton Emas


0

Dalam kuartal kedua 2013, perusahaan tambang G-Resources Martabe sudah menjual 5 ton emas dan 23 ton perak ke pasar dunia. Dari hasil penjualan tersebut pada semester I tahun 2013, Martabe sudah meraup keuntungan sebesar USD 119,5 juta, dengan keuntungan laba bersih senilai USD 29,28 juta atau setara Rp 278,1 miliar (USD 1 =Rp 9.500).

Sementara itu, dari penjualan emas dan perak tersebut, Martabe telah membayarkan royalti sesuai dengan Kontrak Karya berjumlah USD 1,19 juta. “Royalti ini disetorkan ke negara sesuai kontrak karya yang ditandatangani,” kata Manajer Senior Komunikasi Korporat G-Resources Tambang Emas Martabe, Katarina Siburian Hardono, dalam pa-parannya pada pelatihan Dinamika Dunia Pertambangan di Indonesia yang berlangsung selama tiga hari 29 November hingga 1 Desember 2013 di Kota Turis Parapat

Katarina mengatakan, dari hasil keuntungan tersebut, Pemprovsu dan Pemkab Tapsel mendapatkan 5 persen atau Rp13, 9 miliar.

Sesuai nota kesepakatan yang dibuat, sebanyak 40 persen dari 13,9 miliar atau Rp5,5 miliar wajib digunakan untuk membantu pembangunan 15 desa lingkar tambang. Di mana dana tersebut dikelola oleh BU MD yang didirikan pemerintah daerah yakni PT ANA. Sisa-nya, Rp8,3 miliar dibagi untuk Pemprovsu dan Pemkab Tapsel.

“Terpenting saat ini, bagaimana kita sama-sama mengawasi, agar pengaloka-sian dana tersebut benar-benar tepat sasaran, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat setempat,” kata Katarina.

Nilai Investasi

Stakeholders Relation Manager G-Resources Tambang Emas Martabe, Muharwan Syahroni menambahkan, nilai investasi pihaknya mencapai Rp 8,5 triliun atau setara USD 900 juta, yang terdiri dari belanja modal, dan modal kerja perusahaan. Dia menyebutkan, untuk pembayaran pajak pada 2012 pihaknya menyetorkan Rp114 miliar yang meliputi pajak penghasilan, pajak atas jasa dalam negeri, pajak penghasilan final, dan pajak penghasilan atas jasa luar negeri.

“Dalam memenuhi tang-gungjawab pada negara, Tambang Emas Martabe telah menyetorkan pembayaran iuran tetap (dead rent) dan PBB semester II 2013 senilai USD 247,9 ribu untuk luas wilayah 1.639 kilometer persegi,” katanya.

Dia menambahkan, Tambang Emas Martabe berupaya untuk melakukan pengembangan perekonomian daerah dan masyarakat sekitar tambang. Hal itu ditandai dengan perekrutan tenaga kerja hingga Agustus 2013 sebanyak 2.347 orang. 1.538 orang di antaranya direkrut dari daerah sekitar tambang. Sementara sembilan dari 31 kontraktor merupakan kontraktor lokal dengan penyerapan tenaga kerja 73 orang.

“Hingga kuartal III 2013, kami telah melakukan pembelian barang dari daerah sekitar tambang senilai Rp306 miliar dan jasa senilai Rp14,9 miliar. Nilai ini belum termasuk dana untuk menjalankan program tanggungjawab sosial perusahaan,” terangnya.

Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 33 wartawan dari Medan, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, mendapatkan pemahaman soal dunia pertambangan di Indonesia. Hadir sebagai pemateri Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Ridho Kresna Wattimena dan Agus Haris Widayat, staf pengajar Teknik Pertambangan ITB juga Anggota Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya Bumi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.

Dalam perbincangan singkatnya dengan Analisa, terkait tudingan berbagai kalangan, bahwa keberadaan dunia pertambangan telah merusak lingkungan, Ridho mengatakan, secara langsung maupun tidak langsung dunia tambang pasti berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan hidup terutama hutan. Namun kerusakan itu dapat diminimalisasi, jika pengusaha pertambangan benar-benar punya komitmen untuk menjalankan tanggung jawab, dalam menjaga kelestarian lingkungan, utamanya pasca tambang. (di) (Analisa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut