Teknologi Transfer Embrio Sapi Akan Diterapkan di Tapsel


0
Salah satu anak sapi hasil IB di Tapsel, dan selanjutnya Tapsel akan menerapkan teknologi transfer embrio sapi. (Amran)
Salah satu anak sapi hasil IB di Tapsel, dan selanjutnya Tapsel akan menerapkan teknologi transfer embrio sapi. (Amran)

TAPSEL – Pemkab Tapsel melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) akan menerapkan teknologi transfer embrio pada ternak sapi. Sebelumnya, Disbunak telah sukses melaksanakan inseminasi buatan (IB) pada 67 ekor sapi.

Kadisbunak Tapsel Hamdan Nasution SP, Sabtu (20/9) mengatakan, peternak binaan di Tapsel telah berhasil mengaplikasikan teknologi IB pada ternak sapi. “Program ini kita mulai di akhir tahun 2012 lalu dan sampai dengan saat ini sapi lahir dari hasil program IB telah mencapai 67 ekor,” ucapnya.

Kata Hamdan lagi, hasil deteksi periode September 2014 ini, telah ada sebanyak 85 ekor sapi yang positip bunting.” Dan jika tidak ada aral melintang, sapi bunting ini akan melahirkan sekitar bulan Februari dan Maret 2015 mendatang,” ungkapnya.

Kadis menambahkan, dari keberhasilan itu, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan keterampilan petugas dan petani agar mampu mengadopsi dan mengaplikasikan teknologi.

“Karna tanpa teknologi, sulit kita meraih nilai tambah dari usaha ternak itu. Inipun kita peroleh kesempatan untuk belajar teknologi transfer embrio pada sapi. Dan Tapsel serta Humbahas mewakili Sumut pada pelatihan ini di Malang,” ungkapnya.

Semuanya itu sebut Hamdan, tentu tujuannya adalah untuk mempersiapkan SDM yang mumpuni guna membangun daerah. “Sehingga maju sejajar dengan daerah lain di sektor pertanian secara holistik (menyeluruh),” pungkas Hamdan.

Sementara Tim IB dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Tapsel yang dikomandoi Drh Refandi Siregar mengatakan, timnya sudah mulai kebanjiran order dari peternak sapi untuk melakukan deteksi dini dan sinkronisasi pada sapi betina saat ini.

“Tampaknya petani sapi kita di Tapsel sudah mulai dekat dengan teknologi dan telah memahami betul keunggulan dan manfaat teknologi ini,” sebutnya.

Sementara menurut Hambali (23), salah seorang petani muda di Tapsel, dia telah menikmati hasil dari sapinya yang lahir dari hasil IB tersebut. “Baru lahir saja sapi saya ditawar orang seharga Rp3 juta,” tutur Hambali yang masih duduk dibangku mahasiswa ini. (ran) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut