Tim Pengawas kasus Bank Century meminta Boediono mundur dari Wapres


0

boedionoJAKARTA – Tim Pengawas kasus Bank Century meminta Boediono mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses penyidikan kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp6,7 Trilyun itu.

“Kami mendukung usulan untuk Pak Boediono sementara non aktif dulu supaya tidak mengganggu pemeriksaan,” kata Anggota Timwas dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Chandra Tirta Wijaya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/11). Senada dengan Chandra, Anggota Timwas dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo juga mengungkapkan hal serupa.

Menurutnya Timwas sudah bulat untuk meminta mantan Gubernur Bank Indonesia itu mundur sebagai Wakil Presiden. “Yang paling elok adalah Boediono harus mundur atau menonaktifkan diri, biar penanganannya lancar,” ujar Bambang.

Selain itu, posisi Boediono sebagai Wakil Presiden juga akan membuat KPK tidak nyaman saat melakukan pemeriksaan. “Pak Boediono harus bijaksana, supaya nonaktif agar saat diperiksa bisa di KPK, untuk menghindari protap keamanan,” tegasnya.

Konfirmasi Keterangan JK
Terpisah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, mengaku pemeriksaan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Boediono, dilakukan guna menindaklanjuti keterangan dari Jusuf Kalla (JK).

“Ada informasi yang ingin kita konfirmasikan yang telah diberikan Pak JK sebelumnya. Oleh karena itu kita periksa Pak Boediono agar supaya keterangan-kerterangan JK sifatnya tidak berdiri sendiri,” jelas Abraham kepada wartawan di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (25/11).

Dia menambahkan, pemeriksaan terhadap Boediono terkait kasus dana talangan (bailout) Bank Century senilai Rp6,7 triliun, untuk menemukan fakta dan bukti yang utuh.

Namun, Abraham mengaku belum mendapatkan laporan utuh dari penyidik mengenai hasil pemeriksaan Boediono pada Sabtu 23 November 2013, di Istana Wakil Presiden. Dia pun tidak menutup kemungkinan jika pendamping Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan diperiksa kembali.“Semua kemungkinan itu bisa saja yang penting, bahwa kasus ini bisa berjalan secepat

yang diingin masyarakat,” tegasnya. Sebab, ada keinginan yang besar dari masyarakat untuk melihat kasus ini cepat bergulir di pengadilan. “Oleh karenanya, kita ambil jalan yang agak pintas, yaitu periksa Pak Boed di tempatnya. Ke depan semua kemungkinan terbuka,” sambungnya.

Dia menegaskan, publik tak perlu khawatir, karena KPK tidak mengistimewakan Boediono. “Ini cuma masalah teknis penyidikan semata,” terangnya. Saat ditanya apakah Boediono bakal dicekal, Abraham menampiknya. “Pertanyaan antik. Kalau Wapres tidak mungkin (dicekal). Pasti ada terus di negeri ini,” pungkasnya. (Okz/Int)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut