Truk Seruduk 3 Rumah di Desa Pangurabaan Sipirok


0
TRUK tanpa muatan yang coba menghindari tabrakan dan akhirnya menyeruduk rumah warga di Desa Pangurabaan, Sipirok, Tapsel, Senin (22/9). (Amran Pohan/Metro Tabagsel)
TRUK tanpa muatan yang coba menghindari tabrakan dan akhirnya menyeruduk rumah warga di Desa Pangurabaan, Sipirok, Tapsel, Senin (22/9). (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Truk tronton BK 9035 CF yang dikemudikan Andri Sihombing (21) mengantam tiga rumah warga yang berendeng di Jalinsum Sipirok-Tarutung, tepatnya di Desa Pangurabaan, Sipirok, Senin (22/9) sekira pukul 01.00 WIB.

Meski tak ada korban jiwa, penghuni rumah yang saat itu terlelap tidur, nyaris tertimpa reruntuhan rumah.

Informasi dihimpun METRO dari warga setempat mengatakan, kejadian tersebut benar-benar mengejutkan warga Desa Pangurabaan, Kecamatan Sipirok, Tapsel, yang sedang tidur pulas.

“Benturannya seperti suara petir, keras sekali! Kami pun langsung berhamburan keluar dan mencari tahu apa yang terjadi,” sebut Baginda, warga sekitar.

Mendengar suara benturan keras itu, warga pun keluar dari rumah dan mencari asal suara.

Ternyata, truk tanpa muatan yang datang dari arah Tarutung menuju Sipirok, telah menghantam rumah Tetty Siregar (45) dan dua pintu rumah lain yang berendeng dengan kediaman Tetty.

Warga pun memeriksa kondisi penghuni masing-masing rumah yang dihantam truk tersebut, ternyata semua selamat.

Hanya saja saat itu Tetty dan anak bungsunya yang sedang tertidur, nyaris dihantam truk dan tertimpa reruntuhan rumah. “Kami hanya berjarak dua meter dari truk dan ditopang meja, sehingga terhindar dari reruntuhan kayu penyangga dan atap rumah,” kata Tetty.

Dia menambahkan, kejadian ini tentu membuatnya shock. “Ya jelas terkejutlah! Saya pun sampai menjerit karena takut. Sebab kayu dari atap roboh ke tempat tidur dan untungnya terganjal meja. Setelah itu kami menyelamatkan diri dan tidur di rumah adik,” sebutnya.

Selanjutnya, adik korban Baginda Siregar (39) menambahkan, rumah berendeng tiga pintu itu dihuni 15 jiwa yang semuanya masih bersaudara. Namun semuanya selamat, hanya satu pintu rumah yang rusak parah, yaitu rumah dan kedai milik kakaknya Tetty.

“Rumah semi permanen yang rusak itu sekaligus kedai kopi milik kakak saya. Kerusakan juga terjadi pada Tv, antena parabola, meja, kursi dan perabotan lain, serta kedai tersebut,” ucapnya.

Sesuai pengamatan dan melihat kondisi jalan yang menikung, warga berkesimpulan bahwa truk semula melaju dari arah Tarutung mengarah ke Sipirok dengan kecepatan tinggi.

Namun karena ada Colt Diesel parkir di sisi kiri jalan, membuat supir mengambil jalur kanan di jalan yang menikung tersebut. Namun karena mendadak ada mobil pribadi dari arah depan, membuat supir truk terkejut dan berusaha menghindar ke kanan jalan.

Hal itu juga dibenarkan sang supir. Menurut supir warga Lintong Nihuta, Humbahas ini, terjadinya kecelakaan karena semula ia mengambil jalur kanan karena ada Colt Diesel yang parkir di jalur kiri.

Kebetulan di sana, jalan memang menikung ke kakan, dan tak ada pilihan lain, ia pun harus mengambil jalur kanan. Tak disangka-sangka, tiba-tiba datang mobil pribadi berkecepatan tinggi dari arah depan.

“Lalu saya mengerem dan mobil pribadi itu akhirnya lolos dari tabrakan. Tapi akhirnya truk oleng dan terhempas ke kanan jalan,” terangnya.

Dikatakan, dirinya berangkat seorang diri dari Porsea, Tobasa, dengan tujuan Sosa, Kabupaten Palas. Ia pun mengaku sempat beristirahat sekira pukul 23.00 WIB di Bulu Payung, Desa Luat Lombang.

Namun, hanya karena menghindari tabrakan, akhirnya truk yang berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dari Porsea tersebut, akhirnya menyeruduk rumah warga di pinggir jalan. (ran) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut