Tubuh 2 Siswa SMP Sidimpuan Terbakar


0

SIDIMPUAN – Dua siswa SMP yang ngekos di sebuah rumah di Jalan Teuku Umar Kampung Losung, Kota Psp, Kamis (4/9) sekitar pukul 08.00 WIB nyaris tewas akibat kesetrum setelah membetulkan saringan air. Keduanya mengalami luka bakar yang cukup serius dan sampai saat ini masih mendapat perawatan di RSUD Kota Psp.

Pantauan METRO, Kamis (4/9) di RSUD Kota Psp, Darman Hepi Nduru (14) warga Desa Palang, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel ini terlihat terbaring lemah di ruangan Tulip II. Begitu juga dengan Hotman Pandapotan (14) warga yang sama. Keduanya mengalami luka bakar di bagian tubuhnya setelah kesetrum akibat ada kabel listrik yang mereka injak usai membetulkan saringan air di tempat kosnya di Jalan Teuku Umar Kampung Losung, Kota Psp.

Menurut Fery (15), salah seorang teman korban menceritakan, pagi itu Kamis (4/9) sekitar pukul 08.00 WIB, Darman dan Hotman naik ke lantai atas tempat kos mereka untuk membetulkan saringan air yang akan mengalir ke kamar mandi. Namun entah bagaimana, usai mereka membetulkannya, Darma yang pergi ke pinggir dinding untuk melihat pemandangan dari atas, tiba-tiba terjatuh dan langsung kejang-kejang. Hotman yang saat itu bersama dengannya mencoba untuk menariknya. Namun sedihnya, ia malah ikut terkena sengatan listrik yang mereka duga berasal dari kabel yang telanjang.

“Mulanya kami dengar ada suara ribut-ribut dari atas. Kami kira entah apa. Setelah naik, kami lihat kedua kawan kami ini sudah tergelatak dan kejang-kejang. Lalu kami bilang sama pemilik kos dan kami bawa ke Rumah Sakit,” terang Fery.

Amatan METRO, Darman terlihat masih shock dengan kondisi luka bakar pada bagian kedua lengan, badan dan kakinya. Parahnya, di bagian kaki sebelah kanannya diketahui mengalami luka bakar yang cukup serius. “Kalau si Hotman tidak parah kali, tapi si Darman ini, kaki kanan bagian pahanya hitam dan bolong,” katanya sambil membuka kain yang menyelimuti bagian kaki korban.

Sementara itu, Hotman yang dirawat di ruangan Tulip III tampak sudah terlihat segar dari sebelumnya yang sempat tidak sadarkan diri. Ia mengalami luka bakar pada bagian badan, lengan dan juga kedua kakinya.

“Memang ada kabel di situ Bang, tapi enggak tahu kami kalau kabel itu rupanya masih dialiri listrik. Jadi kabel itulah yang terpijak si Darman. Lalu saya tolong dan saya juga ikut kena,” akunya yang saat itu mereka mengaku tidak menggunakan alas kaki.

Siswa SMP Negeri 6 Kota Psp yang masih duduk di Kelas 1 itu juga menjelaskan, pada saat itu ia dan Darman yang juga masih duduk di Kelas 1 SMP Negeri 1 itu naik ke lantai atas tempat kos mereka untuk melihat saringan air. Setelah itu ia dan Darman masih berada di atas sambil melihat pemandangan.

“Seingat saya kabelnya warna hitam Bang. Itulah yang dipijak si Darman. Pas saya coba tarik dia, saya pun terikut kontak juga. Hingga akhirnya terlepas dan kami pun pingsan,” akunya yang masih merasakan sakit pada seluruh badannya.

Bijora (38), orang tua Hotman mengaku sengaja datang dari tempat tinggal mereka di Desa Palang, Angkola Selatan, setelah mendapat kabar kalau anaknya sedang dirawat di Rumah Sakit. Menurutnya, anaknya sengaja ia koskan karena bersekolah di SMP Negeri 6 Kota Psp. Begitu juga dengan Darman, sepengetahuannya, walapun mereka berbeda sekolah, namun tinggal di tempat kos yang sama.

“Saya juga belum tahu cerita sebenarnya, tapi pastinya anak saya dan kawannya masih bisa diselamatkan,” tukasnya. Sementara itu, pihak pemilik kos yang diketahui bernama Torkis Daulay warga Jalan Teuku Umar Kota Psp sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. (Yza) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut