Tumpukan Kayu Pinus di Sibadoar Sipirok Bahayakan Pengguna Jalan


0
Tumpukan kayu pinus di pinggir jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Sipirok-Arse-Saipar Dolok Hole (SDH)
Tumpukan kayu pinus di pinggir jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Sipirok-Arse-Saipar Dolok Hole (SDH)

TAPSEL – Kayu bulat pinus kembali berserakan di pinggir jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Sipirok-Arse-Saipar Dolok Hole (SDH). Tumpukan kayu ini membahayakan pengguna jalan yang melintas. Tumpukan kayu ini berasal dari truk yang kembali menjatuhkan muatannya di jalan rusak di tanjakan Jembatan Aek Siguti, Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok, Jumat (17/10) lalu.

Pantauan METRO, Sabtu (18/10), sebagian tumpukan kayu masih berada di pinggiran jalan, bahkan memakan badan jalan. Sehingga kondisi ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang lalu lalang. Apalagi, posisi tumpukan kayu tersebut berada di tikungan dan badan jalan yang rusak. Sehingga, para pengendara terpaksa berhati-hati dengan memperlambat laju kenderaan dan melintas satu-satu. “Kalau begini kondisinya, kita harus menunggu kenderaan dari arah berlawanan melintas duluan,” ucap B Siregar (45), salah seorang pengguna jalan.

Warga lainnya Aya Romi (42) mengutarakan, truk dengan tonase tinggi yang mengangkut kayu bulat tersebut dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan badan jalan, yang diharapkan dan diidamkan sebagai sarana memperlancar arus lalu lintas di wilayah tersebut.

“Kita heran, kenapa truk dengan muatan seperti ini diberikan izin melintas di jalan seperti ini, kita jadi bertanya, apakah memang truk seberat ini melintas di sini. Sebagai warga kita jadi khawatir, jalan ini akan semakin rusak,” ungkapnya sambil berharap agar pemerintah dan pejabat berkompeten jangan tutup mata dengan kondisi ini.

Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya Efendi Rambe (30), sesuai dengan pengamatannya, kayu kayu bulat tersebut dilansir dari Sipagimbar menuju Kecamatan Arse dengan menggunakan truk yang ukurannya lebih kecil. Lalu dari Kecamatan Arse menggunakan truk yang sangat besar, seolah tak layak melintasi badan jalan tersebut.

“Sebaiknya, aksi penebangan dan pengangkutan kayu dari SDH ditunda dulu, karena beban puluhan ton akan menambah kerusakan jalan. Tidak menutup kemungkinan pengendara yang lain akan mengalami hal yang sama, bisa kecelakaan tunggal akibat jalan yang semakin parah kerusakannya,” ucapnya.

Dikatakan, dengan kondisi tersebut, dirinya menduga dokumen pengangkutan atau surat jalan yang dimiliki truk tidak jelas dalam mengangkut tersebut kayu dengan tonase tinggi tersebut.

“Apalagi menurut info yang beredar dan kami dengar, izin menebang di SDH itu sangat perlu dipertanyakan, karena dinilai tidak sesuai lagi dengan yang dikeluarkan dinas. Kalau melihat kondisi jalan saat ini dikhawatirkan akan mengundang bahaya bagi warga dan pengguna jalan. Jika sewaktu waktu truk yang terguling dan kayu itu bisa menimpa pengendara yang lain.

Apalagi, mengingat pengikat keamanan di atas truk tidak maksimal, dan itulah yang menyebabkan kayu jatuh dari truk,” ungkap Sekretaris Pemantau Pembangunan Tapanuli Selatan (Pemantap) tersebut. (ran) – Metrosiantar


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut