Warga Aek Latong dan Aek Urat Tapsel Tak Lagi Terisolir


0
Jembatan Aek Panjamaan yang dibangun untuk membuka keterisoliran beberapa kampung di Kecamatan Aek Bilah, Tapsel. (Amran)
Jembatan Aek Panjamaan yang dibangun untuk membuka keterisoliran beberapa kampung di Kecamatan Aek Bilah, Tapsel. (Amran)

TAPSEL – Guna membuka keterisoliran beberapa perkampungan masyarakat di wilayah Kecamatan Aek Bilah, Pemkab Tapsel membangun jembatan Aek Panjamaan yang menelan dana Rp600 juta.

Jembatan yang memiliki panjang 16,5 meter dengan lebar 4,5 meter tersebut diharapakan dapat menghubungkan pemukiman warga Desa Aek Latong dan Aek Urat, dengan desa-desa lain di Kecamatan Aek Bilah.

Kapala Desa Aek Urat Habonaran Ritonga bersama Ketua BPD Aek Urat Pangaloan Rambe kepada METRO mengatakan, selama ini 118 KK warga Desa Aek Urat yang tersebar di lima kampong, yaitu Simatorkis, Purbasinomba, Purbatua, Panguripan, Janji Nauli dan Aek Urat, tidak bisa melakukan hubungan ke pemerintahan kecamatan. Itu karena belum adanya jembatan yang menghubungkannya daerah tersebut.

“Selama ini kami seolah merasa lebih dekat ke daerah lain, seperti Sipiongot, Paluta dan Simambal Labuhan batu. Karena untuk berurusan ke kantor camat, kami harus terlebih dulu memasuki wilayah tetangga,” sebutnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Aek Latong Usman Ritonga. Menurutnya, sebanyak 130 KK warganya yang tersebar di tiga kampong, yaitu Kampung Padang Panjang, Aek Horsik dan Aek Latong, juga sangat terbantu dengan dibangunnya jembatan Aek Panjamaan tersebut. Pasalanya, selain kesulitan dalam urusan pemerintahan, hubungan pemasaran hasil bumi selama ini juga cenderung ke daerah lain.

“Kami sangat berterima kasih, akhirnya pemerintah memperhatikan kami dengan membangun jembatan itu. Memang selama ini, di lokasi itu ada jembatan kayu. Namun kondisinya telah rusak, sehingga kami benar-benar terisolir untuk berhunbungan ke wilayah Aek Bilah dan daerah Tapsel lainnya,” terangnya.

Sementara Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH yang melakukan peninjauan pembangunan jembatan yang bersumber dari APBD tahun 2014 tersebut menyampaikan, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Kampung Padang Panjang dengan Kampung Anjung Baru tersebut, diharapakan dapat membuka keterisoliran yang dialami warga di seberang sungai Aek Panjamaan.

“Selama ini, mereka belum tersentuh pembangunan dan kerap memanfaatkan fasilitas daerah lain. Namun dengan rampungnya jembatan ini, tentu akan memudahkan hubungan antar masyarakat di wilayah itu,” sebutnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ir Demson Batubara mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menelan dana APBD sekitar Rp600 juta. “Selain jembatan, kita juga membuka jalan dengan dana Rp250 juta. Semua itu untuk membuka keterisoliran wilayah di seberang sungai itu,” ungkapnya. (ran) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut