Warga Batunadua Sidimpuan Nyaris Tewas Dimassa


0

Pelaku diduga pemerkosa yang nyaris tewas diamuk massa mendapat perawatan di ruangan IGD RSUD Kota Psp, Sabtu (23/11). [Foto: Oryza Pasaribu]
Pelaku diduga pemerkosa yang nyaris tewas diamuk massa mendapat perawatan di ruangan IGD RSUD Kota Psp, Sabtu (23/11). [Foto: Oryza Pasaribu]
SIDIMPUAN – Warga Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Psp, berinisial A (35), nyaris tewas dimassa, Sabtu (23/11) sore. Aksi main hakim sendiri ini dilakukan warga karena geram melihat A, yang diduga telah memerkosa anak berusia delapan tahun, Bunga (nama samaran,red) warga yang sama.

Ruangan IGD RSUD Psp, pada Sabtu (23/11) sekitar pukul 17.30 WIB, tampak lebih ramai dari biasa. Ini setelah A, yang mengalami koyak di bagian dahi dan kepala dipenuhi luka, diantar warga dan petugas Polres Psp ke rumah sakit plat merah tersebut.

Diketahui, A sempat dihajar warga karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap Bunga, yang masih duduk di kelas 1 SD. Bunga diperkosa di kilang padi di desa tersebut, pada Jumat (22/11) sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi yang dihimpun METRO, Sabtu (23/11) sekitar pukul 17.30 WIB dari warga Desa Purwodadi di ruangan IGD RSUD Psp menyebutkan, sekitar pukul 15.00 WIB, mereka mendengar informasi A (35) sedang berada di rumahnya.

Selanjutnya, warga mendatangi rumah A. Saat didatangi warga, A berusaha kabur. Melihat A kabur, warga langsung mengejarnya. Setelah tertangkap, A dipukuli kemudian diserahkan ke Polres Kota Psp sekitar pukul 16.00 WIB. Melihat kondisi A yang cukup parah, bersama warga, petugas pun membawa A ke rumah sakit untuk diobati.

Kepala Lingkungan III Desa Purwodadi yang enggan namanya dikorankan, kepada METRO menceritakan, sebelumnya, Jumat sekitar pukul 11.00 WIB, korban mengaku kepada orangtuanya telah diperkosa A saat hendak pulang dari sekolah menuju rumahnya.

Orangtua korban sempat resah, karena sampai pukul 12.00 WIB, korban belum juga sampai di rumah. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya korban pulang. Kemudian orangtuanya bertanya mengapa terlambat pulang. Di situ lah korban mengaku baru diperkosa A yang dikenalnya di dekat kilang padi di desa tersebut.

Spontan, orang tua korban berang dan langsung melaporkannya ke pihak kepala desa setempat. Saat itu juga, bersama dengan warga mereka mencari keberadaan A. Namun, tidak ditemui. Lalu, Sabtu (23/11) sekitar pukul 15.00 WIB, warga melihat A sedang berada di kediamannya. Mengetahui hal tersebut, warga beramai-ramai mendatangi kediaman A.

Ternyata, kedatangan warga diketahui oleh A. Kemudian, ia berusaha melarikan diri ke arah bukit di sekitar desa tersebut. Sial, pelarian A terhenti karena warga yang saat berjumlah puluhan orang berhasil menangkapnya. Emosi, warga lalu menghajar A hingga babak belur dan kemudian menyerahkannya ke Polres Kota Psp.

“Dari semalam sudah kami intai keberadaannya, tapi tidak diketahui, baru siang tadi kami dapat kabar kalau ia sedang di rumah, makanya bersama warga kami langsung mendatanginya. Begitu kami datang, A langsung melarikan diri, lalu kami kejar dan akhirnya dapat di sekitar bukit di dekat desa. Mau kami matikan waktu itu, tapi kami masih berpikir ada pihak yang lebih berhak menghukumnya, maka kami serahkan ke Polres Kota Psp,” jelas Kepling.

Sementara itu, Kapolres Kota Psp AKBP Budi Hariyanto Sik melalui Kanit PPA Ipda Maria Marpaung menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, puluhan warga beramai-ramai mendatangi Polres Kota Psp dengan membawa A yang sudah dalam kedaan babak belur.

Melihat itu, petugas langsung membawanya ke RSUD Kota Psp untuk diobati. “Kami takut ada terjadi hal yang tidak dinginkan, apalagi kondisi A saat diserahkan warga cukup parah. Bagian kepalanya penuh luka, begitu juga dengan dahinya yang terlihat robek. Kami khawatir, makanya langsung dibawa ke rumah sakit untuk diobati,” ucap Ipda Maria.

Tambahnya lagi, sampai saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. “Sebelumnya, kami memang ada menerima laporan terkait adanya tindak pidana asusila yang terjadi di Desa Purwodadi, Kecamatan Psp Batunadua.

Namun, sampai saat ini kami belum menerima keterangan langsung dari A. Sebab, kondisinya masih belum sadarkan diri. Nanti akan segera kita sampaikan bagaimana perkembangan selanjutnya. Karena saat ini kita masih mendapatkan keterangan dari pihak korban saja,” ucap Kanit PPA.

Amatan METRO, sampai pukul 19.00 WIB, A masih dirawat di ruangan IGD RSUD Psp. Kondisinya cukup parah dan belum sadarkan diri. Tampak beberapa petugas dari Polres Kota Psp sedang berjaga-jaga di sekitar ruangan tersebut.  (mag-01) (metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut