Warga Sumut Semakin Kesal Terhadap PLN


0

SIANTAR – Pemadaman listrik oleh PLN nampaknya masih belum ada tanda-tanda akan berakhir. Hingga pertengahan Maret 2014, listrik masih saja kerap mati dan semua orang yang sedang memburu pekerjaannya, yang belajar maupun yang menonton TV, yang sibuk dengan komputer atau sekadar menyetrika pakaian, sontak geram bukan kepalang dibuatnya.

Seperti Eti, warga Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, yang mengaku terpaksa menunda pekerjaannya menyetrika jika listrik mati. “Bayaran lanjut terus. Makin lama makin naik terus. Tapi masih sering juga mati. Kalau udah mati, huh, kacau kerjaanku di rumah,” katanya, Kamis (13/2/2014).

Hal serupa juga dirasakan anak Eti, Adam, yang saat masih masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Adam mengatakan dirinya sering terganggu saat jam belajar malam karena listrik mati. Keadaan yang paling menyusahkannya, kata dia, adalah ketika ia memiliki tugas dari sekolah yang membutuhkan komputer untuk pengerjaannya.

“Mau ke warnet susah. Di warnet bising kali. Udah gitu tak ada yang bagus komputernya. Apalagi keyboard-nya, semua pada pretel (rusak),” katanya.

Lain halnya lagi dengan Rosina Manurung, yang membuka usaha fotokopi dan peralatan tulis di rumahnya. Ia mengaku mesin fotokopinya sering tak berfungsi akhir-akhir ini karena kerapnya pemadaman listrik. “Ngangkrak itu mesin. Paling pulpen-pulpen sama buku-buku inilah yang terjual, tapi berapa kalilah untungnya. Jarangnya orang beli buku tulis atau pulpen. Kalau fotokopi kan lumayan untungnya. Tapi itu pula yang tak jalan gara-gara mati lampu,” ujarnya.

Untuk menggunakan mesin genset, Rosina mengaku terlalu berat karena ia bisnisnya hanya kecil-kecilan. “Mau pakai genset ya, gimana mau kubilang ya. Sayang lah. Kecil-kecilannya usahaku ini. Kalau kayak percetakan besar gitu bisa lah, yang memang orang pada nempah,” ujarnya.

Rosina mengatakan, pengadaan genset dinilai sebagai sikap setuju kepada kebijakan PLN memadamkan listrik. “Lagipula saya pikir yang mau pakai genset itu orang bodoh. Berarti dia seperti mengiyakan apa yang dilakukan PLN. Kalau bisa semua orang di Indonesia ini jangan ada yang mau pakai genset, kita demo sama-sama. Karena kalau pakai genset itu sama saja namanya mengamini,” ujarnya.

Manajer PLN Rayon Siantar Kota Ramses Hutajulu mengaku tak tahu apa-apa mengenai penyebab pemadaman listrik di Pematangsiantar. Ia juga tak tahu soal bagaimana mekanisme pemadaman listrik di kota tersebut. Ia mengatakan hanya bisa menginformasikan kepada masyarakat Pematangsiantar. “Nggak tahu saya. Itu orang Medan (PLN Medan) yang matikan, bukan dari kami,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kapan di Pematangsiantar pemadaman akan berakhir, ia juga hanya bisa menjawab serupa. “Orang Medan yang tahu itu,” katanya.

(cr1/tribun-medan.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut