Waspada! 13 kasus DBD ditemukan di Padangsidimpuan


0

PadangsidimpuanPemerintah Kota Padangsidimpuan kembali menerima laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sedikitnya 12 kasus DBD sejak Januari-April 2017 setelah sebelumnya merenggut nyawa Fadhillah Ritonga, warga Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan belum lama ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunte melalui Kabid P2P, Balyan Siregar mengatakan, sejak Januari-April pihaknya sudah menerima informasi sedikitnya ada 13 kasus DBD.

“Kita sangat minim mendapat laporan dari Desa/Kelurahan maupun pelayanan kesehatan ditingkat bawah bahwa ada ditemukan dugaan kasus DBD,” kata Balyan Siregar kepada medanbisnisdaily.com, Selasa (2/5).

Dikatakan, kasus DBD ini cenderung meningkat diduga akibat dampak banjir bandang yang terjadi pertengahan bulan lalu. Walaupun fogging dilakukan namun tidak tertutup kemungkinan masih banyam yang belum terbasmi jentik-jentik nyamuk berbahaya tersebut.

“Keterbatasan dana untuk pogging membuat kita tidak bisa memperluas cakupan pelaksanaan fogging. Namun pada wilayah dampak banjir umumnya sudah difogging,” kata Balyan.

Dia berharap kepada pemerintah terbawah di Puskesmas untuk pro aktif dalam melakukan pencegahan dan bila ada ditemukan kasus DBD agar dilaporkan segera ke Dinas Kesehatan.

Sebelumnya, Dinkes Kota Padangsidimpuan melakukan koordinasi dengan rumah sakit swasta tempat korban dirawat, guna memastikan penyebab kematiannya.

Ternyata, pihak rumah sakit swasta membenarkan, bahwa penyebab kematian Fadhillah akibat terjangkit DBD.

Dia mengatakan, pihak rumah sakit dinilai terlambat untuk memberikan informasi peristiwa itu.

“Fadhillah Ritonga dan Doli Ritonga sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun mereka terlambat memberitaunya,” katanya.

Dinkes Kota Padangsidimpuan melakukan fogging di sekolah Fadhilla Ritonga, Losung Batu, tepatnya di lokasi rumah korban, selanjutnya, Komplek DPR, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Dia berharap kepada masyarakat di Kota Padangsidimpuan, agar menjaga kesehatan lingkungan, karena tindakan fogging tidak bisa membasmi jentik nyamuk, karena fogging hanya bersifat sementara.  [medanbisnisdaily.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut